Tugas Mandiri LKMM-TD
NAMA: Karunia Eka Syafirah
Kelompok 13 FEMORALIS
Masalah: Kurangnya Memenejemen Waktu dalam Mengerjakan Tugas
Pada awalnya, tugas-tugas kuliah terasa ringan untuk dikerjakan. Hal ini karena setiap dosen memberikan tugas secara bergantian dan bentuk tugasnya pun masih sederhana seperti mencatat, membuat resume, atau menyalin kembali poin-poin penting dari materi yang disampaikan di kelas. Semua masih terasa bisa diatasi tanpa tekanan yang berarti. Namun, kondisi tersebut mulai berubah ketika memasuki minggu ke-2 perkuliahan. Di minggu itu, mahasiswa mulai dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk mengerjakan tugas tertentu. Pada saat yang sama, muncul banyak tugas baru yang tiba-tiba diumumkan dan beberapa di antaranya sudah mendekati deadline. Akhirnya, tugas-tugas tersebut datang secara bersamaan sehingga mulai terasa menumpuk dan lebih sulit untuk dikelola.
Seiring bertambahnya hari, saya juga semakin sering menunda pengerjaan tugas, terutama tugas kelompok. Saya merasa bahwa karena ini adalah tugas kelompok, seharusnya ada anggota lain yang mulai bergerak atau memberikan kontribusi terlebih dahulu. Namun hal tersebut tidak terjadi. Kelompok saya justru terlihat pasif dan tidak memiliki inisiatif untuk memulai tugas. Karena melihat kondisi tersebut, saya akhirnya berinisiatif sendiri untuk memulai pengerjaan tugas. Saya mulai dengan membagikan materi ke grup, mengerjakan bagian cover, serta mengajak anggota kelompok untuk mencari referensi buku dan mulai mengerjakan isi tugas makalah.
Namun, setelah semua upaya yang saya lakukan, hampir tidak ada feedback yang masuk. Dari beberapa anggota, hanya satu orang saja yang merespons ajakan tersebut. Anggota lain tetap tidak memberikan tanggapan sama sekali walaupun saya sudah berulang kali mengajak. Hal ini membuat saya kehilangan motivasi dan akhirnya ikut merasa malas dalam mengerjakan tugas tersebut. Rasa malas tersebut muncul karena saya merasa hanya saya yang bergerak, sementara yang lain tidak memiliki inisiatif sama sekali.
Hingga akhirnya, deadline tugas hanya tersisa tiga hari lagi. Tugas tersebut harus dikumpulkan sebelum hari presentasi. Melihat waktu yang semakin sempit, saya kembali berinisiatif untuk mengajak kelompok bekerja sama mengerjakan tugas tersebut. Pada akhirnya, saya mengerjakan makalah itu bersama satu teman saya, yang sebenarnya bertugas membuat PPT presentasi dan membagi tugas ke anggota lain. Namun karena tidak ingin tugas tersebut terbengkalai, kami tetap bekerja bersama sampai makalah itu selesai.
Setelah makalah selesai, tibalah hari presentasi. Namun pada hari itu, dosen memberikan revisi yang cukup banyak, bahkan hampir seluruh isi makalah harus diperbaiki. Melihat revisi tersebut, saya kembali mengajak teman-teman kelompok untuk mengerjakannya bersama. Namun, ajakan tersebut kembali tidak ditanggapi dengan baik. Anggota kelompok selalu memiliki alasan, seperti tugas lain yang belum selesai, harus pulang duluan, atau tidak bisa ikut mengerjakan. Akhirnya, selama beberapa hari, saya mengerjakan revisi tersebut hampir sepenuhnya sendirian. Hanya satu anggota yang menemani saya dalam proses menyelesaikan revisi tersebut.
Dalam proses mengerjakan revisi makalah itu, waktu sudah hampir memasuki tengah malam. Karena sudah sangat mengantuk dan kelelahan, saya akhirnya melakukan kesalahan akibat kesalahpahaman saat membaca instruksi revisi. Kesalahan tersebut muncul karena fokus saya sudah menurun setelah bekerja hingga larut malam tanpa istirahat yang cukup. Kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi saya mengenai pentingnya manajemen waktu dan kerja sama dalam kelompok.
B. Identifikasi Masalah Yang Terjadi.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa saya memiliki beberapa kekurangan penting yang perlu diperbaiki, yaitu:
1. Kurang menjaga komunikasi kelompok.
Saya menyadari bahwa komunikasi saya dalam kelompok masih belum efektif sehingga menyebabkan miskomunikasi dan kurangnya koordinasi.
2. Tidak menanggung tugas kelompok sendiri.
Saya cenderung mengambil alih pekerjaan ketika orang lain tidak bergerak. Hal ini membuat saya bekerja berlebihan sementara anggota lain tidak berkontribusi sesuai porsinya.
3. Kurangnya dalam manajemen waktu.
Saya sering menunda pekerjaan karena menunggu anggota lain, sehingga pekerjaan menjadi menumpuk dan harus dikerjakan dalam waktu yang sangat mepet.
C. Cara Mengatasi Masalah.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, saya telah menyusun beberapa cara agar pengalaman serupa tidak terulang kembali. Cara saya mengatasi masalah tersebut adalah:
1. Membuat plan atau jadwal mengenai apa yang harus saya lakukan, dan apabila sudah dilakukan akan saya centang agar saya tidak terpengaruh rasa malas ketika mengerjakan tugas.
2. Belajar untuk tidak memikul tugas kelompok sendiri dan membuat batasan waktu mandiri untuk tugas kelompok.
Dengan begitu, saya tidak akan lagi mengambil alih semua pekerjaan dan bisa membagi tanggung jawab secara lebih adil.
3. Belajar untuk lebih care dan membagi tugas kelompok dengan lebih jelas.
Saya perlu lebih tegas dalam menentukan siapa mengerjakan apa, sehingga setiap anggota memiliki peran yang jelas.
Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut, saya berharap dapat lebih baik dalam mengatur waktu, berkomunikasi, serta bekerja sama dalam kelompok pada tugas-tugas berikutnya
Komentar
Posting Komentar